UJian SBK SMK 4 Balikpapan

https://www.youtube.com/embed/8svnrk3jZVo
TribunKaltim Video 
Published on Mar 3, 2015

Mau Lulus Ujian Harus Bisa Menari

Biasanya saat ujian, murid-murid menghadapi kertas ujian dan bila ingin lulus, hasil ujiannya harus harus tinggi. Nah yang ini berbeda, murid Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 4 Balikpapan, Kalimantan Timur, akan lulus ujian bila ia dapat menari di depan rekan-rekannya, di halaman sekolah.

Seperti yang terjadi dalam video ini, murid kelas 11 SMK Negeri 4 Balikpapan yang terletak di Jalan Ruhui Rahayu Balikpapan Selatan, Kalimantan Timur ini, menari india di halaman sekolah, sebagai bentuk ujian mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan (SBK). Dari koreografer hingga pertunjukan dilakukan oleh siswa dan siwi itu sendiri.

Guru Seni Kebudayaan dan Keterampilan (SBK), Magdalena mengatakan kegiatan seni tari yang diadakan di SMKN 4 Balikpapan merupakan ujian praktik untuk menentukan kelulusan pada mata pelajaran SBK. “Jika ada siswa yang tidak mendapat kelompok dalam ujian praktik, maka ujian praktik SBK bisa melakukan ujian praktik lain diantaranya melukis atau menyanyi,” Kata Magdalena.

Tentunya tarian yang ditampilkan mendapat apresiasi dari para siswa yang hadir. Sorak gembira melihat pertunjukan terpantau di sepanjang penampilan,pada Sabtu (21/2/2015).

SUMBER

Siswa SMKN4 Jadi Wedding Organizer

Selasa, 25 November 2014 15:24

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – SISWA Sekolah Menengah Kejuruan Negeri  (SMKN) 4 Balikpapan  menggelar pesta pernikahan di ruang kelas sekolah. Acara pernikahan ini termasuk dalam proses belajar mengajar. Kali ini, pesertanya adalah kelas 12 kejuruan Tata Boga dengan tema pernikahan suku Padang.

Senin  (24/11/2014) para siswa terlihat sibuk menempelkan  aksesoris pernikahan di dinding sekolah.  pernikahan sesungguhnya. Mereka mengambil waktu  usai belajar. Siang itu, para siswa yang masih mengenakan seragam sekolah mendekor kelas untuk acara yang akan digelar Rabu (26/11/2014) mendatang. Ada 64 orang siswa yang terlibat.

“Event seperti ini memang setiap tahun kami adakan. Karena ada dalam pembelajaran mengelola dan menyajikan kesempatan khusus. Jadi, mereka (siswa)  praktek di hari-hari khusus. Nah di hari tersebut mereka menyiapkan prkatek yang berupa sebuah event. Seperti kali ini event wedding adat Padang,” kata Anizar Isma, Guru sekaligus Ketua Jurusan Tata Boga SMKN 4.

Selain acara pernikahan, para siswa juga pernah mengadakan event ulang tahun, Maulid, Idul Fitri, Paskah, dan Natal. “Jadi mereka praktek layaknya merayakan suatu acara,, menyiapkan segala sesuatunya.  Masing-masing dari mereka dibagi per kelompok dengan masing-masing event.  Untuk kali ini dibagi menjadi dua kelompok. Bila ada event terbaik akan mendapatkan nilai tambah,” papar Anizar.

Semua kelompok berbeda-beda mengadakan acara. Untuk kelompok pertama ini mengadakan pernikahan,  dan untuk kelompok kedua mengadakan, Jumat  (28/11) mendatang. Event yang ada juga sesuai dengan tema. “Di sini, para siswa berbagi tugas, ada yang sebagai mempelai, mengelola makanan, mengatur EO dan lain sebagainya,” kata ibu guru berjilbab ini.

Anizar berharap dengan kegiatan seperti ini  semua siswa mendapatkan pengalaman yang lebih, dan sudah tau persis ketika nanti mereka sudah lulus dari sekolah.  “Yang jelas, mereka sudah mengerti atau sudah mampu mengelola satu acara. Ketika nanti dipercayakan orang mengurus acara mereka tidak kaget. Karena sudah bisa mengatur acara tersebut dengan sesuai prosedurnya,” harapnya. (*)

Penulis: Siti Zubaidah
Editor: Amalia Husnul Arofiati

Pelajar SMKN 4 Balikpapan Jadi Penyuluh Anti Narkoba

Jumat, 24 Oktober 2014 20:15

BALIKPAPAN, tribunkaltim.co.id- Siswa SMKN 4 jadi Kader Penyuluh Anti Narkoba Penyuluhan terhadap bahaya narkoba di kalangan pelajar di Kota Balikpapan, tak melulu dilakukan oleh jajaran kepolisian maupun BNN Kota Balikpapan. Tapi, juga oleh pelajar di sekolah itu sendiri.

Salah satunya seperti yang dilakukan di SMKN 4 Balikpapan. Selain memiliki satu perwakilan sebagai Duta Anti Narkoba, juga ada kader penyuluh anti narkoba. Kader ini tugasnya memberi penyuluhan, pemaparan atau menggelar kegiatan untuk menjaga lingkungan sekolah tetap bersih dari narkoba.

Di hadapan 51 pelajar kelas 10 hingga 12, Rizal, kader penyuluh dari SMKN 4 memaparkan tentang bahaya narkoba di ruang pertemuan sekolahnya. Beragam jenis narkoba yang kemungkinan disusupkan ke kalangan pelajar ikut diperlihatkan melalui tayangan singkat.

Termasuk menggunakan rokok dan menghirup aroma lem yang saat ini lagi booming di kalangan pelajar.  Padahal keduanya mengandung bahan berbahaya yang menyebabkan kecanduan dan dapat merusak otak.

“Kader penyuluh anti narkoba di kalangan pelajar merupakan bagian dari program BNNK Balikpapan untuk memberdayakan para pelajar itu sendiri  Mereka yang memberitahu teman-teman di lingkungan sekolah untuk menjauhi narkoba dan menciptakan sekolah mereka yang bersinar, bersih dari narkoba. Kami, hanya melakukan pendampingan saja. Bilamana ada pertanyaan-pertanyaan dari para pelajar tentang narkoba yang tidak bisa dijawab oleh si kader penyuluh ini,” ungkap Analis Intelejen Taktis BNN Kota Balikpapan, Michael Samosir, Jumat (24/10).

Kader penyuluh anti narkoba tidak hanya ada di lingkungan pelajar. Tapi di lingkungan kelurahan, PKK maupun karang taruna juga dibentuk kader penyuluh anti narkoba. Agar bisa bersama-sama memerangi narkoba di Kota Balikpapan. (*)

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Sumarsono

SMKN 4 Balikpapan Wakili Kaltim ke GF

9 Mei 2013 by asmonowikan

Drama menegangkan itu berlalu sudah. Diwarnai suasana haru salah satu finalis kala hendak menjawab pertanyaan moderator di babak final, akhirnya juri memutuskan tim SMKN 4 Balikpapan sebagai jawara debat FEKSI wilayah Kalimantan Timur (Kaltim). Bethesda SY Ahimsa (17), salah satu personil tim ini memang sempat menahan tangis sekian detik, sebelum merespons salah satu pertanyaan di babak final. “Saya hanya membayangkan begitu besar dan indahnya negeri kita ini, sehingga sempat mau menangis saat hendak menjawab pertanyaan moderator,” ujarnya menahan rasa gembira yang luar biasa.

Digelar di kantor Telkomsel area Kalimantan, di Balikpapan, Selasa (7/5), Bethesda dan timnya berhasil menundukkan tim debat SMAN 10 Samarinda yang diperkuat Muhammad Rasyid Ridho (17), Denisa Amelia Kawuryan (17), Adinda Vicky Clarasati (16), sebagai runner up. Dan tim debat SMAN 1 Balikpapan dengan skuad Darwis Saputra Laurianto (16), Chaterine Prasetya (16), dan Muhammad Rafid Fadil (14) sebagai juara III. Dengan demikian tim SMKN 4 Balikpapan berhak mewakili Kaltim dalam babak grand final (GF) nasional FEKSI 2013 awal November mendatang di Jakarta.

Finish di urutan pertama memang mengejutkan bagi Bethesda dan dua koleganya. Apalagi sejak awal mereka tak diunggulkan. Sejarah juga mencatat, sejak kick off FEKSI tahun ini di Manado, Februari lalu dan telah melewati enam kota, baru di Balikpapan juara I debat FEKSI direbut tim dari sebuah SMKN. Selebihnya di Manado, Makassar, Palembang, Pekanbaru, Medan, dan Mataram adalah tim SMA.

Jelas saja fakta ini membuat Bethesda makin terharu. “Awesome, wonderful. Tidak bisa dijelaskan (rasa gembira kami),” katanya melukiskan perasaannya sebagai juara. Meskipun juga menangis saat diumumkan sebagai juara pertama, Shella Apriliana Diandra (16) anggota tim SMKN 4 Balikpapan berkomentar singkat, “Sangat senang!”. Pun dengan Maria Christin (16) koleganya, “Sangat senang dan bangga.” FEKSI wilayah Kaltim diikuti oleh 27 tim debat dari 14 sekolah di Balikpapan dan Samarinda.
Menggenapi peringkat IV hingga X lomba debat FEKSI 2013 wilayah Kaltim adalah SMAN 10 Samarinda (tim A), SMKN 4 Balikpapan (B), SMKN 2 Balikpapan (B), SMKN 5 Balikpapan (A), SMA Muhammadiyah 2 Balikpapan (A), SMKN 1 Samarinda (B), dan SMKN 1 Samarinda (A).
FEKSI 2013 diselenggarakan oleh Serikat Perusahaan Pers (SPS) Pusat bekerjasama dengan Kementerian Perdagangan RI. Dan didukung antara lain oleh Telkomsel. ***

SUMBER

juara-i-iii-debat-feksi-kaltim-2

sman-1-smd-juara-iii-debat-feksi-kaltim

sman-10-smd-juara-ii-debat-feksi-kaltim

smkn-4-bpn-juara-i-debat-feksi-kaltim-1

15 Pelajar SMK 4 Balikpapan Sukses PKL di Hotel di Malaysia

Sabtu, 11 Agustus 2012 10:03

BALIKPAPAN, tribunkaltim.co.id – Setelah enam bulan berada di negeri jiran Malaysia, melaksanakan praktek kerja lapangan (PKL) di dua hotel berbintang, pelajar SMK 4 Balikpapan tiba di Bandara Internasional Sepinggan, Jumat (10/8/2012). Mereka  sukses dan diakui kinerjanya. Keharuan orang tua murid juga mewarnai penyambutan anak-anak mereka.

 SMK 4 Balikpapan mengirimkankan 15 muridnya untuk PKL di Malaysia. Sebelumnya mereka berhasil lolos seleksi ketat sekolah. “Karena sekolah kami bertaraf internasional, kami harus punya jaringan di luar negeri. Dari itu dua hotel yang menjadi jaringan kami, Palm Garden dan Putra Jaya Marriot Hotel and Spa, menjadi tempat PKL murid-murid kami,” kata Wina Lubis Staf Pengajar SMK 4 Balikpapan.

Berada di negeri orang, bukanlah hal mudah dihadapi 15 murid SMK 4 Balikpapan ini, banyak adaptasi terhadap kondisi sosial masyarakat, serta makanan.  “Kami awalnya rasa aneh, dengan makanan kari yang banyak di Malaysia, tapi cepat kami atasi,” kata Janosa, leader rombongan PKL Malaysia.

Di sana, mereka bekerja layaknya karyawan lain di bagiannya masing-masing. Mereka biasa harus lembur, dengan penggunana jam kerja 16 jam per hari. Hal tersebut bukanlah dijadikan keluhan, tapi memberikan motivasi untuk terus belajar di dua hotel berkelas internasional.

Editor: Fransina Luhukay
 
23_Rombongan_SMK_4_Saat_Tiba_Di_Bandara_Internasional_Sepinggan_ADNAN_MALEWA