OJT Luar Negeri

A. Definisi Prakerin atau On the Job Training Luar Negeri 

Bagian dari Pendidikan Sistem Ganda (PSG) dan menjadi program bersama antara SMK di Indonesia dengan pihak peusahaan/industri di Luar Negeri sebagai tempat pelaksanaannya.


B. Maksud dan Tujuan

  1. Agar memiliki kompetensi produktif dan kemandirian sesuai dengan tuntutan kerja yang ada di luar negeri. Pada umumnya mereka memiliki budaya dan disiplin kerja yang tinggi;
  2. Agar memiliki kompetensi bahasa asing lebih baik;
  3. Memperoleh pengalaman dari industri Luar Negeri tentang kompetensi produktif yang dimiliki oleh siswa SMK melalui sertifikat kompetensi yang diberikan oleh industri bersangkutan sesuai dengan bidangnya;
  4. Agar memiliki peluang yang lebih baik dalam mengisi lowongan kerja dalam DUDI di Luar Negeri;
  5. Memperoleh penghargaan yang memadai dalam bentuk bantuan finansial maupun fasilitas lain yang dapat memotivasi siswa.


C. Beberapa alasan mengapa SMK Negeri 4 Balikpapan melaksanakan Prakerin di Malaysia
:

  1. Dekat secara geografis, budaya, dan kehidupan sosial;
  2. Kemudahan bahasa;
  3. Keberterimaan dari perusahaan/industri Malaysia;
  4. Mendapat izin dari pemerintah Kerajaan Malaysia;
  5. Menyongsong ASEAN Community 2015.

D. Syarat Program Prakerin Luar Negeri 

Bagi SMK yang baru akan melaksanakan kegiatan Prakerin Luar Negeri, perlu melakukan beberapa persiapan, antara lain :

1. Program

Program SMK perlu menyesuaikan dengan standar kompetensi industri dan mempersiapkan siswasesuai dengan bidang keahliannya.

2. Peserta

Siswa yang akan mengikuti Prakerin Luar Negeri harus memenuhi kriteria  berikut :

  1. Lulus tes dari industri Luar Negeri;
  2. Semester 3 dan 4 (Siswa kelas XII SMK tidak boleh mengikuti program Prakerin Luar Negeri karena akan mempersiapkan diri untuk mengikuti UN);
  3. Kemampuan bahasa Inggris (score TOIEC minimal 405 atau TOEFL yang setara);
  4. Kompetensi Akademik (nilai rapot);
  5. Kesiapan fisik dan mental;
  6. Kesiapan kesehatan, melalui Surat Keterangan Sehat dari Dokter Umum atau Dokter yang ditunjuk oleh  perusahaan/industri yang bersangkutan;
  7. Kedisiplinan, melalui Surat Keterangan Kelakuan Baik dari Kepala Sekolah atas usulan Dewan Guru;
  8. Kriteria lain yang dipersyaratkan oleh perusahaan/industri tempat Prakerin.

 
3. Dukungan Orang Tua/Wali Siswa

Orang tua memberikan dukungan secara finansial, memotivasi siswa untuk mengikuti kegiatan Prakerin, yang dinyatakan dalam surat persetujuan dari orangtua/wali dengan pihak Sekolah.

4. Pembekalan

Siswa perlu dibekali berupa pelatihan kompetensi tertentu termasuk pelatihan budi pekerti, budaya, dan bahasa yang umum digunakan di Malaysia.

5. MoU Prakerin

Semua hal yang berkaitan dengan perencanaan dan pelaksanaan Prakerin dituangkan secara tertulis dalam bentukMoU antara pihak SMK dengan pihak perusahaan/industri di Malaysia. MoU tersebut wajib diketahui oleh DinasPendidikan Kota/Kabupaten setempat serta Atase Pendidikan di KBRI Kuala Lumpur. Dalam MoU tersebut harusmencakup hal-hal sebagai berikut :

  1. Relevansi bidang keahlian siswa dengan bidang pekerjaan di perusahaan/industri;
  2. Jaminan asuransi kesehatan dan kecelakaan;
  3. Jaminan tempat penginapan, transportasi, dan konsumsi dari perusahaan/industri;
  4. Jumlah uang lelah/honor untuk siswa dari perusahaan/industri (minimal RM400 sesuai standar biaya hidup di Malaysia);
  5. Jadwal pelaksanaan Prakerin (masa 6 bulan);
  6. Mekanisme pemantauan pelaksanaan Prakerin;
  7. Mekanisme penilaian pelaksanaan Prakerin, dan lain-lain yang dianggap perlu.

 
E. Prosedur pengiriman siswa Prakerin ke Malaysia :

  1. Adanya MoU antara Sekolah dan perusahaan/industri;
  2. Surat rencana pengiriman siswa Prakerin dari Sekolah ke KBRI ditujukan ke u.p. Atase Pendidikan;
  3. Surat permohonan sokongan (dukungan) dari Kementerian Pelajaran Malaysia;
  4. Permohonan visa oleh perusahaan/industri;
  5. Informasi dari Sekolah ke KBRI tentang jadwal kedatangan siswa untuk Prakerin;
  6. Pemantauan (monitoring) berkala oleh pihak terkait.

 
F. Tata cara seleksi siswa peserta Prakerin :

  1. Sehat jasmani dan rohani;
  2. Memiliki soft skills yang mantap, seperti : moral dan akhlak, integritas, sosial, komunikasi, motivasi, dan kemandirian;
  3. Izin orangtua/keluarga.

 

    Sebelum keberangkatan ke Malaysia, pihak SMK bekerja sama dengan pihak perusahaan/industri di Malaysia telah mensosialisasikan MoU kepada siswa. Juga mengurus izin keimigrasian ke Jabatan Imigresen Malaysia untuk mendapatkan Calling Visa-Pas Lawatan Ikhtisas, dengan syarat sebagai berikut :

1. Memberikan daftar nama siswa peserta Prakerin Luar Negeri;

2. Melampirkan naskah MoU;

3. Melampirkan fotocopy passport dan foto siswa.

 

Semua syarat tersebut di atas diserahkan kepada KBRI Kuala Lumpur untuk mendapatkan Surat Rekomendasi dariKBRI KL. Khusus untuk perusahaan/industri yang ada di wilayah Kuala Lumpur (KL), juga harus mendapatkan SuratRekomendasi dari Bahagian Teknik dan Vokasional Kementerian Pelajaran Malaysia melalui Atase Pendidikan di KBRIKL, untuk selanjutnya diajukan oleh pihak perusahaan/industri ke Jabatan Imigresen Malaysia.

 

Setelah mendapatkan Pas Lawatan Ikhtisas, siswa mengajukan permohonan Visa di Perwakilan Malaysia di Indonesia(Kedutaan Malaysia atau Konsulat Malaysia terdekat), dan kemudian berangkat ke Malaysia bersama GuruPendamping. Jangan lupa untuk memberitahukan jadwal kedatangan siswa ke Perwakilan RI di Malaysia (KBRI di KLdan Konsulat Jendral RI di Malaysia).

 

Setelah tiba di tempat Prakerin di Malaysia, pihak SMK dan perusahaan/industri diharapkan datang ke kantorPerwakilan RI di Malaysia untuk melaporkan tentang keberadaan siswa yang menjalankan Prakerin. Ketika melapor,serahkan juga beberapa dokumen terkait :

  1. MoU antara pihak SMK di Indonesia dengan pihak perusahaan/industri di Malaysia;
  2. Data lengkap peserta Prakerin (nama, fotocopy passport dan alamat di Indonesia);
  3. Surat kelulusan  Pas Lawatan Ikhtisas/Calling visa yang dikeluarkan oleh Jabatan Imigresen Malaysia;
  4. Alamat lengkap SMK dan perusahaan/industri tempat Prakerin.

 

Selama Prakerin berlangsung, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :

  1. Seluruh peserta Prakerin Luar Negeri harus dilengkapi dengan Log Book (Jurnal), untuk memudahkan proses evaluasi terhadap kegiatan Prakerin;
  2. Pihak SMK dan perusahaan/industri tidak dibenarkan untuk mengambil pungutan dari uang saku/honor/elaun yang diterima peserta/siswa sesuai dengan yang tercantum dalam MoU;
  3. Pihak sekolah melakukan pemantauan secara berkala dan melaporkan hasilnya kepada Perwakilan RI di Malaysia;
  4. Menjelang masa Prakerin Luar Negeri berakhir, pihak SMK dan perusahaan/ industri harus memastikan para peserta dapat pulang ke Indonesia tepat pada waktunya sesuai dengan ketentuan Pas Lawatan Ikhtisas. Ini sangat penting untuk menghindari terjadinya pelanggaran keimigrasian Over Stay di Malaysia.
  5. Pihak SMK disarankan untuk menyediakan siswa Prakerin Luar Negeri  selanjutnya, minimal 3 bulan sebelum angkatan yang lalu menyelesaikan Prakerinnya. Contoh : Angkatan I telah melaksanakan Prakerin, sebelum masa Prakerin Angkatan I berakhir, Angkatan II telah dipersiapkan 3 bulan sebelumnya untuk menggantikan posisi Angkatan I.

 
G. Kecenderungan masalah pengiriman siswa Prakerin :

  1.  Pengiriman siswa tidak diketahui oleh KBRI (diketahui setelah ada kejadian yang tidak diinginkan);
  2. Kesepakatan yang terjadi hanya antara Kepala Sekolah dan perusahaan/industri tanpa diketahui oleh Kepala Dinas dan KBRI;
  3. Pelaksanaan Prakerin memanfaatkan kunjungan 30 hari tanpa Visa;
  4. Uang ucapan terimakasih dari perusahaan tidak seluruhnya diterima oleh siswa;
  5. Siswa dikirim ke Malaysia bukan untuk Prakerin tapi bekerja dengan kondisi yang tidak diharapkan (contoh : rumah makan pinggir jalan).